Penulis adalah tangan kanan Tuhan

Pernahkah anda menyadari, jika seorang penulis adalah tangan kanan Tuhan? Tangan-tangan yang memberikan kesejukan pada hati dan pikiran orang lain. Ketika seseorang yang membaca tulisan anda terhibur, mendapatkan suatu pengetahuan, menemukan suatu ide atau pendapat, hingga dia mengalami suatu perubahan, maka pada saat itulah anda menjelma menjadi tangan-tangan Tuhan.

Perkataan Rainer M Rilke itulah yang membuat saya sadar akan puisi yang mampu memberikan kebahagiaan. Hal itu pula yang saya alami, ketika kesedihan melingkupi hidup, saya mencoba menuliskan beberapa kalimat kata yang mampu melukiskan kesedihan itu, maka kebahagian itu datang menghampiri. Ketika kebahagiaan menemui saya. saya kembali menuliskannya dalam beberapa kalimat, kebahagiaan itu semakin lengkap saja. saatitulah saya sadar bahwa puisi itu adalah sumber kebahagiaan buat saya, sepertinya buat sobat-sobat juga sama.

Salam Sukses
Ferdinan De J Saragih
, seorang yang sedang dalam proses menulis. Blognya Raya Post di http://www.rayapost.blogspot.com/

Baca Selengkapnya,.. …

Sajak Cinta Lagi

Di antara Mimpi

di antara tawa ada dukaku
menyelinap pada hari penuh
dari cinta lesu dalam congkak
hatiku bergelora mencintaimu
dikejauhan aku mengagumimu
karena cintaku tak akan berhenti
mengalir
jadi tolong
temui aku dalam mimpimu
di sana kuungkapkan segala cinta
malam yang jadi saksi

Setia Budhi, 2009

Mawar Putih

indah gairahku saat itu
saat kubelai kelopakmu yang ranum
menuntunku
pada embun putih


telah lama semua berlalu
aku kembali dari perjalanan panjang
menuju kebersamaan lagi

kau tak seperti dulu lagi
kumbang-kumbang menghinggapi
berkeliaran di setiap kelopakmu

dalam kegelapan
kau menghampiriku
membawa cintamu yang dulu

kau telah berubah
apakah kau masih suci?
malam terlewati dalam keheningan hingga pagi

Setia Budhi, 2008


Ferdinan De J Saragih lahir di Sigodang, Sumatra Utara, 4 Desember 1988. Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Bandung. Penulis, blogger (www.rayapost.blogspot.com). Puisinya tergabung pada antologi Karnaval Kupu-kupu dan Penyair Muda.


Baca Selengkapnya,.. …

Kepada Pemimpin yang Bajingan

Tak ada Ampun

persetan dengan penguasa Negri
kesabaranku sudah habis detik ini
tidak lagi kubiarkan tikus-tikus itu berkeliaran
aku sudah muak
mataku meradang melihatnya berkeliaran
di dalam selokan emas murni
jerih payah rakyatku sendiri

kita perangkap mereka
jangan sampai ada yang lolos
sudahi bila mereka berontak
jika bertobat
tetap masukkan ke dalam jeruji besi
aku sudah muak
pasti kau juga sama sepertiku bukan?

Setia Bhudi, 2008


Kekuatan Malam

malam ini hanya sebuah rasa
beku dalam ruang
melanturkan lukisan kedengkian
tadi siang
amarah dalam jiwaku reda
dibekukan dinginnya malam
dalam diam, aku berlamun lagi

petir bergemuruh
bergulung-gulung tanpa henti
bertalu-talu
petir telah menggantikanku
mengelupas kedengkian
kepada pemimpin Negri
yang tertangkap siang tadi

beranjaknya malam menjadi pagi
aku tetap tertegun dalam diam
butiran hujan tetap saja berjatuhan
aku terhenyak dari sebuah berita di TV
pemimpin itu telah meninggal
penyakit jantungnya kumat
oleh petir yang bertalu-talu malam tadi

Bandung, 2008

Ferdinan De J Saragih, dilahirkan di Sigodang 04 Desember 1988. Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Bandung. Menulis Puisi dan Cerpen. Karyanya telah dimuat di media Nasional dan Lokal, seperti; Sindo, Jurnal Bogor, Radar Banten, Riau Pos, Kompas.com. Puisinya tergabung pada antologi Karnaval Kupu-kupu 2008 dan Penyair Muda 2009. Pemilik Blog Raya Post di www.rayapost.blogspot.com.


Baca Selengkapnya,.. …

Hukum apa ini?

Seorang Ibu PRITA yang memiliki dua anak kecil, harus berurusan dengan hukum. Dia dipisahkan dengan anaknya yang masih menyusui, hanya karena mengutarakan keluhan ataupun pendapatnya. Sungguh ini hukum yang tak memiliki hati nurani. Coba kita bayangkan tangisan-tangisan ibu ini. itu adalah tangisan kesedihan. Kerinduannya kepada kedua anaknya, kebebesan yang direnggut darinya. Ini tak patut dibiarkan bung.......

Seandainya saja ada seorang kader capres/cawapres kita yang berani untuk menyatakan kebebasan untuk ibu ini, saya yakin dialah pemimpin yang benar-benar memiliki hati nurani, seorang yang tegas dan pasti berjalan dalam kebenaran.

Jika benar ada, saya salah satu orang yang akan mendukungnya. (Ferdinan De J Saragih)

Penjajahan Terselubung

Peristiwa kemiskinan

Kelakuan penguasa negri

Pemerkosaan hak-hak individu

Dengan ketidakadilan

Semua itu sebuah penjajahan

Yang lebih kejam dari seabad silam

Remang, gelap dan susah ditebak

Bandung, 2008



Baca Selengkapnya,.. …

Lomba Penulisan Cerita Pendek Remaja Se-Jawa Barat Tahun 2009

Latar Belakang

Masa remaja merupakan masa yang unik dan khusus yang ditandai oleh perubahan-perubahan dan perkembangan tertentu yang tidak terjadi dalam tahap-tahap lain dalam rentang kehidupan manusia. Perubahan dan perkembangan tersebut, antara lain, berupa pembentukan kepribadian remaja yang perlu diarahkan menuju kepribadian yang memiliki budaya kreatif dan positif.

Salah satu upaya pengarahan menuju kepribadian berlandaskan budaya kreatif dan positif itu adalah melalui budaya menulis, terutama menulis hal-hal yang berkaitan dengan dunia remaja tersebut. Salah satu kegiatan menulis yang kini sedang digandrungi oleh kaum remaja adalah menulis cerita pendek (cerpen). Menulis cerpen mengenai kehidupan kaum remaja, oleh remaja, dan untuk remaja tentunya akan menjadi sebuah pengalaman yang mengasah kreativitas sekaligus menyalurkan energi dan daya ciptanya secara positif.

Sehubungan dengan hal tersebut, Balai Bahasa Bandung pada Tahun Anggaran 2009 mengadakan kegiatan Lomba Penulisan Cerita Pendek Remaja Se-Jawa Barat Tahun 2009.

Semoga kegiatan ini menjadi ajang kreativitas remaja Jawa-Barat untuk melahirkan cerpen-cerpen remaja unggulan.

Tujuan

Lomba ini bertujuan untuk

meningkatkan minat remaja terhadap sastra;

membangkitkan daya cipta dan kreativitas remaja;

menumbuhkan sikap dan cinta remaja terhadap karya sastra;

Mengembangkan kegiatan menulis kreatif di kalangan remaja.

Peserta

Lomba penulisan cerita pendek remaja ini terbuka bagi remaja yang berusia 16--20 tahun di seluruh wilayah Jawa Barat, baik remaja yang duduk di bangku sekolah lanjutan tingkat atas, remaja yang duduk di perguruan tinggi, maupun remaja yang putus sekolah.

Persyaratan

Persyaratan mengikuti Lomba ini, antara lain, sebagai berikut.

Tema cerpen bebas, tidak mengarah pada pornografi, dan tidak berpontensi menimbulkan konflik yang berkaitan dengan SARA.

Cerpen harus asli (bukan saduran atau terjemahan), belum pernah diterbitkan atau dipublikasikan, dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba apa pun.

Panjang karangan 8--10 halaman.

Cerpen ditulis dalam bahasa Indonesia, diketik rapi dengan jarak dua spasi di atas kertas HVS ukuran A4, dan tidak bolak-balik.

Peserta harus menuliskan alamat dengan jelas agar mudah dihubungi melalui pos, telepon, dan faksimile.

Cerpen yang masuk kepada Panitia menjadi milik Panitia dan tidak akan dikembalikan.

Cerpen dikirim langsung ke Balai Bahasa Bandung, Jalan Sumbawa nomor 11, Kode Pos 40113 paling lambat 21 Juli 2009 (cap pos). Cerpen yang dikirimkan kepada Panitia harus dilampiri biodata dan fotokopi KTP/kartu pelajar/surat keterangan lainnya yang menyatakan bahwa peserta masih dalam usia remaja.

Penilaian

Penilaian Lomba sebagai berikut.

Penilaian akan dilakukan secara berjenjang dari tingkat provinsi sampai ke tingkat nasional.

Naskah unggulan tingkat provinsi (balai/kantor bahasa) akan dikirimkan dan dinilai di tingkat pusat/nasional untuk menentukan juara nasional.

Penilaian dan penentuan pemenang dilakukan oleh dewan juri.

Penilaian cerpen mencakup isi, teknik penulisan, bahasa, dan gaya.

Hasil keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.

Pemenang cerpen ini terdiri atas pemenang I, II, dan III, serta Harapan I dan II.

Pengumuman pemenang tingkat provinsi dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2008.

Hadiah

Pemenang akan mendapat uang tunai masing-masing sebagai berikut.

Pemenang I: Rp 1.500.000,00 + piala + paket buku + piagam

Pemenang II: Rp 1.000.000,00 + piala + paket buku + piagam

Pemenang III: Rp 750.000,00 + piala + paket buku + piagam

Harapan I: Rp 600.000,00 + piala + paket buku + piagam Harapan II: Rp 500.000,00 + piala + paket buku + piagam

Sumber

http://balaibahasabandung.web.id/



Baca Selengkapnya,.. …

Penulis dan Media masa

Media masa adalah salah satu wahana untuk mempublikasikan tulisan kita. Nah, pertanyaannya sekarang. Bagaimana caranya supaya tulisan kita di muat pada salah satu media yang kita tuju.

hal pokok dalam pengiriman tulisan ke suatu media adalah, kita harus mengetahui dulu bagaimana kriteria tulisan yang diinginkan oleh media tersebut. Karena kebanyakan media di indonesia meloloskan sebuah tulisan jika menurut media itu bagus (saya menyebutnya politik media). Misalnya, bersifat kedaerahan atau nasional, khusus remaja atau khalayak umum, gaya bahasa yang bagaimana, penulis besarkah dia? dan masih banyak lagi.

Hal inilah memang sering berbenturan dengan seorang penulis. Perbedaan gaya seorang penulis dengan kriteria sebuah media memang tak dapat di hindarkan. tapi Jika anda seorang penulis seperti halnya bunglon. Hal ini tidak menjadi masalah. Namun bagaimana jika kita telah memiliki gaya tersendiri? Seperti saya misalnya? Apakah selamanya tulisan kita tidak akan pernah di muat di suatu media?

Sangat menyedihkan. Saya tidak memaksa anda menjadi bunglon. Terus sajalah berkarya, karena media bukan menjadi jaminan kualitas tulisan anda. Saran saya cobalah cari media yang cocok dengan gaya anda/keinginan anda. Karena jika anda terus memaksakan, hanya sakit hati yang anda dapatkan. Tapi perlu anda ketahui bahwa di indonesia ini ada media besar yang begitu terbuka kepada semua kalangan penulis. Kita doakan saja supaya media ini selalu memegang semua haluan.

Mitos bahwa “koran besar hanya bisa di tembus penulis besar”. Mungkin ada benarnya. Saya juga merasakan hal ini. tapi jika anda berhenti untuk berkarya. Kapan anda menjadi penulis besar? Karena semuanya ada waktunya.

Luapan Hati, 2009

Hidup Penulis Muda

Ferdinan De J Saragih, Penyair, Cerpenis, Lahir di Sigodang, Sumut, 04 Desember 1988. Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Bandung. Tulisannya telah dipublikasikan di berbagai media massa cetak maupun on-line. Bergiat di ASAS UPI Bandung.



Baca Selengkapnya,.. …



Pengikut